SETELAH GANTI PRESIDEN, KAMI DI PHK

Apa hubungan Presiden dan dapur seorang karyawan swasta

Sebuah perusahaan pembuatan kapal komersil, seperti tug boat, tongkang dan semacamnya. Mengalami penurunan projek seiring dengan pergantian presiden. Dan bahkan perusahaan tersebut memutuskan me-PHK beberapa karyawannya. Sehingga dapur seorang karyawan secara tidak langsung terpengaruh.

Sekarang akan saya hubungakan dengan kemenangan Presiden dan partai tertentu dalam pemilu kemarin. Sebut saja partai merah. Kita tahu bahwa biaya politik tidak murah, biaya kampanye, dan lain sebagainya. Bukan lagi miliaran tapi triliyunan. Sedangkan para politikus itu Cuma modal mulut besar saja. Dari mana dana yang meyokong mereka? Rakyat. No, mereka baru bisa mengambil anggaran pajak kalo sudah duduk di pemerintahan.

Perusahaan saya, dibawah tangan selalu memberi uang kepada anggota DPR tertentu, bukan Cuma DPR, DPRD, guberur, sekda, kapolres, kapolda, dandim, wakil walikota, dan pejabat-pejabat lainnya sesuai kebutuhan kami. kami seperti bertaruh di sebuah kompetisi tinju. Kami tidak bisa bertaruh di semua petinju. Karena anggaran terlalu besar untuk itu. Maka kami membutuhkan informasi , petinju mana yang kira-kira bisa menang di kompetisi ini. Inilah fungsi aparat, karena mereka punya informasi tentang itu. Namun informasi itu tidak gratis. Harus ada pendekatan, dan biaya yang tidak sedikit untuk itu.

Setelah itu kami kumpulkan informasi2 tersebut, munculah petinju merah, putih, kuning dan biru. Ke empat petinju tersebut pada saat informasi didapat adalah petinju2 terkuat. Di level ini, kami berjudi sedikit, dengan memasang taruhan pada ke empatnya, namun sesuai dengan info yang berlaku. Contoh : petinju biru kemarin sudah dihajar diluar ring habis-habisan. Sehingga untuk bertarung lagi sudah sempoyongan. Kami bertaruh paling sedikit pada petinju biru.  Pada petinju kuning, kami bertaruh lebih banyak sedikit, karena petinju kuning ini licik. Dia tidak bisa bertarung namun dengan kelicikannya bisa saja dia memenangkan pertarungan. Pada petinju merah dan putih, kamu memasang taruhan sama banyak. Karena mereka adalah petarung terkuat dan susah untuk di prediksi.

Setelah kompetisi berlangsung, ternyata petinju merah dan putih sama-sama kuat. Di level ini, kami tidak bisa bertaruh di kedua pihak. Karena permusuhan mereka sangatlah nyata. Resiko jika bertaruh di dua pihak. Maka perusahaan kami lebih cepat runtuhnya. Akhirnya kami bertaruh seluruhnya pada petinju putih.

Entah bagaimana caranya, secara curang petinju merah mengalahkan petinju putih dengan telak. Dan karena panitianya sudah di atur oleh kru dari petinju merah. Akhirnya petinju putih tersingkir.

Nah, jika saja kami mendukung sepenuhnya pada partai merah, kemungkinan besar kami tetap memiliki proyek-proyek dari partai tersebut. Dan karena kondisi ekonomi negara ini sedang kacau akhirnya kami tidak memiliki proyek-proyek besar. Dan membuat biaya operasional membengkak. Kondisi ini memakas kami me-PHK beberapa karyawan karena alasan efisiensi. Dan itulah efek dari Politik sampai ke dapur karyawan. Semoga paham.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s