PINDAH AGAMA

lukman sardi1 minggu yang lalu aku membaca berita tentang Lukman Sardi yang memberi kesaksian bahwa dia masuk Kristen. Bahkan di videokan dan di unggah di youtube. sehingga hal pribadi tersebut menjadi berita nasional. Aku sendiri seorang muslim, prihatin pada hal tersebut, bukan pada Lukman sardi yang masuk kristen tapi pada penyebaran berita tersebut.

Lalu aku teringat pada seorang teman mualaf , sebut saja namanya ahong. Ya, dia seorang keturunan tiong hoa dari keluarga (yang aku tahu) turun temurun beragama kristen. Aku dan Ahong berteman sejak SD hingga SMP. Karena kami bertetangga di Surabaya. Aku masih ingat setiap minggu . Seluruh keluarganya bersama-sama pergi ke gereja naik mobil. Dan terkadang rumah mereka yang besar dijadikan tempat untuk latihan koor teman-teman orang tua Ahong. Aku, Ahong dan teman-teman lainnya sering bermain di halaman rumah Ahong yang luas, keluarga mereka sangat baik pada kami. Namun sejak lulus SMP kami sekeluarga pindah ke jogja mengikuti Ayahku yang mendapat kerja disana. Dan sejak saat itu aku tak pernah lagi mendengar berita tentang Ahong.

Hingga di tahun 2007, ada kabar dari salah satu teman SMP, bahwa ada reuni SMP angkatan 1996. Saat itu aku sudah mendapat pekerjaan yang cukup bagus, dan momennya pas ketika aku cuti. Sehingga ku sempatkan menghadiri acara tersebut. Di lokasi acara, pertama kali aku bertemu dengan Ahong. Dia duduk di dekat pintu. Saat itu waktu menunjukkan jam setengah satu siang, sedang acara dimulai jam 1.

Ahong masih ingat dengan ku, karena wajah dan perawakanku hampir tidak berubah. tapi aku sedikit lupa dengannya, maklum saja aku bekerja di tempat dimana hampir semua keryawannya keturunan tiong hoa. 10 menit kemudian setelah kami bertegur sapa dan saling basa-basi. dia permisi mau ke mushola sebentar, mau sholat dhuhur, bahkan dia bertanya padaku ” sudah sholat belum ?”. Langsung aku pasang wajah heran dan melongo. kemudian dia bilang akan bercerita nanti setelah sholat.

Ahong masuk islam belum lama, sekitar 6 bulan yang lalu, ceritanya. Ketika mengatakan dia sudah masuk Islam. Dia diusir dari rumah oleh papanya yang aktivis gereja. kemudian dikucilkan seluruh sanak keluarganya. Namun setiap ada pertemuan keluarga, setiap bulan, mamanya meminta Ahong datang. Di pertemuan itu saudara-saudaranya menjadi sinis, beberapa kali mereka mengatai Ahong sebagai anak murtad, ahli neraka, gembala tersesat dll. Namun ahong tidak ingin memperpanas suasana dengan melawan hinaan mereka. disana dia diam dan selalu duduk menjauh dari keluarga besar mereka. Hanya mamanya yang beberapa kali mendekati dan berbincang dengan ahong. Demi Mamanya, Ahong setiap bulan datang ke pertemuan keluarga itu dan hinaan dari sanak familinya selalu didengarnya. Beberapa pastor juga sudah bicara padanya namun tidak merubah niat Ahong.

Saat kutanya kenapa masuk Islam, dia hanya menjawab hidayah Allah datang padaku lewat teman-teman usahanya. Dan prosesnya panjang. dari tahun 2004. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang itu. Sekarang dia menyewa ruko kecil di dekat SMP kami dulu dan berjualan nasi padang bersama 2 temannya.

Tidak banyak teman-teman kami dulu yang tahu Ahong sekarang muslim, bahkan pada acara reuni tersebut hanya beberapa teman dekat kami dulu yang tahu. Teman-teman ahong yang memberi “inspirasi” Ahong untuk masuk Islam pun, tidak menjadikan Ahong sebagai “bukti/saksi” hidayah Allah di pertemuan-pertemuan pengajian mereka. Padahal Papa ahong salah satu pengusaha besar di Surabaya waktu itu. dan bisa saja teman-teman ahong menulis berita “Anak bos pabrik X masuk islam” yang membuat malu keluarganya.

Saya sendiri berpikir, mereka yang pindah agama, lebih sadar akan dirinya sendiri dari pada yang sejak kecil beragama yang sama. Misalkan begini, saya lahir dari orang tua beragama Islam, dan tentu saja saya otomatis Islam. Namun saya baru memahami kenapa saya Sholat, kenapa saya puasa, kenapa saya tidak minum alkohol, tidak makan babi , itu setelah saya membaca dan mengetahui tentang sejarah agama saya pada usia 24 tahun. Sebelum usia itu saya cuma ikut-ikutan saja.

Sama ketika Lukman Sardi memberi kesaksian masuk Kristen, itu juga karena cara berpikir dia dan melalui pengalaman-pengalam hidup dia. hingga akhirnya memutuskan masuk Kristen. Sama seperti Ahong yang dari kecil dididik secara Kristen namun dalam perjalan hidupnya bergaul dengan remaja-remaja masjid yang menjadi rekan usahanya saat itu. Lalu dia memutuskan masuk Islam dengan segala konsekuensinya. Namun hal itu adalah hal pribadi. Yang orang lain tidak bisa menghakimi dengan logika mereka. karena situasi dan kondisi mereka berbeda. Ditambah lagi jadi santapan media-media nasional. dan kadang orang-orang hanya ikut2an memberi komentar yang sama dengan berita yang tersebar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s