PIUTANG ANDA ANDALAH NILAI IKHLAS ANDA

Saya pernah mengalami masa –masa dimana saya tidak pernah kekurangan uang. Bahkan lebih meskipun tidak sebanyak pengusaha atau koruptor. Saya bekerja di sebuah perusahaan yang menempatkan diri saya di posisi yang identik dengan uang. Tapi yang ingin saya ceritakan bukanlah pekerjaan atau pribadi saya.

Dalam kondisi diatas tersebut saya merasa bisa membantu teman-teman dan saudara-saudara yang sedang kekurangan. Bahkan saya sering meminjamkan uang kepada anak buah saya. Singkat cerita ada teman saya sekantor yang mengundurkan diri karena ingin mendirikan usaha konstruksi kapal. Seiring berjalannya waktu 2 rekan saya tersebut mengalami banyak kesulitan. Dalam biaya tentunya. Namun mereka tahu jika saya tidak dapat membantu banyak. Mereka meminjam uang saya tidak banyak antara 200.000 – 2.000.000, namu lumaya sering. Pada awalnya saya tidak keberatan selama mereka meminjamnya dan mengembalikan tepat waktu. Namun akhir-akhir mereka agak susah, bahkan BPKB motor saya juga mereka gunakan untuk jadi jaminan hutang di bank. Saya masih berpikir positif kepada mereka berdua sampai mereka susah untuk dihubungi. Bahkan sms saya juga tidak di balas.

Dari pengalaman saya ini, saya harap anda yang pernah, sedang, atau akan mengalami keadaan seperti saya ini. Saya menyarankan terbuka pada diri sendiri, dan tanyakan apakah jika uang anda tidak kembali akankah anda ilkhlas?

Karena tidak ada jaminan dari siapapun bahwa saudara , teman, kerabat atau siapapun orang yang berhutang pada anda dapat mengembalikan uang anda. Kondisi ini berlaku jika si penghutang tidak memberikan jaminan berupa barang atau surat berharga (tanah , bpkb dll).

Jadi tegaslah pada diri anda, jika belum bisa iklhas, tegaslah pada si penghutang.

Sekarang saya sudah tidak bekerja di tempat itu lagi, dan kondisi saya mungkin lebih kekurangan  dari teman-teman saya di atas. Ketika saya ingat bahwa mereka masih mempunyai hutang pada saya. Saya menagih dong. Karena saya sedang kekurangan. Namun tiada balas dan jawaban pasti dari mereka. Saya meminta hak saya lho, bukan mau berhutang.

Namun kondisi dan situasi orang kan berbeda-beda, intinya iklhas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s