Gambaran Politik Indonesia Di mata rakyat yang “bodoh”

Saya adalah orang bodoh dalam hal politik. saya juga idiot dalam pemerintahan. Saya tidak mengerti kenapa BBM bisa naik dan bisa turun.

Ketika BBM di naikkan Citra presiden turun, dan ketika turun citra presiden naik. Rakyat kecil seperti saya, akan memilih politisi yang membuat tingkat daya beli saya kuat. Saya akan memilih partai politik yang orang-orangnya  jujur dan anti korupsi.

Namun jika mereka cuma pura-pura anti korupsi lalu kemudian terbongkar rahasia korupsinya. saya jadi tidak simpati Satu contoh Partai demokrat dan presiden SBY. ketika SBY menurunkan harga BBM. saya mendukungnya sepenuh hati saya. namun ketika SBY menaikkan dan menurunkan BBM, saya sadar itu untuk mempermainkan rakyat bodoh seperti saya agar saya memilihnya lagi jadi presiden.

Begitu juga Partai, satu-satunya partai yang mengiklankan anti korupsi adala partai demokrat. lalu ketika salah satu pembesar PD Nazarudin tertangkap karena korupsi, saya sebagai rakyat merasa dibohongi lagi, logika saya sebagai idiot mengatakan ketika Nazarudin menyeret orang-orang dari PD saya yakin semua ikut terlibat. apalagi ketua umum dan antek-anteknya. meskipun dalam hukum mereka belum ditetapkan sebagai tersangka.

saya pernah terlibat pencurian di sebuah rumah di komplek perumahan mewah di jakarta, saya bersama 4 orang kawan saya berhasil membawa uang dan harta senilai 150-an juta. Namun sayang salah satu teman saya tertangkap. dan tak urung dia membuka identitas kami semua dan akhirnya kami semua tertangkap. Mungkin keadaannya sama dengan Nazarudin, hanya saja teman-teman nazar memegang rahasia presiden sehingga ketua umumnya berani berkoar kalo dia tidak bersalah.

Dan lihatlah apa yang dikatakan Gus Dur benar, DPR hanya kumpulan Taman Kanak-kanak. Oknum DPR,mereka hanya ingin menang sendiri. tidak ada yang benar-benar membela kesejahteraan rakyat. Belum cukup mereka mendapatkan fasilitas dan gaji besar. partai penguasa memeras harta negara dengan korupsi masal di setiap lapisan partai. apakah Partai penguasa sebelumnya tidaka melakukannya? omong kososng. mereka melakukannya seperti penjajah di jaman dulu.

Inilah maksud Soekarno dengan  kata-kata “Perjuanganku lebih ringan karena melawan bangsa lain, tapiperjuanganmu akan sangat berat karena melawan bangsamu sendiri.” yah apa mau dikata kita ,rakyat, tidak bisa melepaskan diri dari belenggu pemerintahan yang korup. hal itu akan terus berulang ulang dan tidak akan berhenti, sampai hukuan mati untuk koruptor di sahkan.

Pemerintah bilang ,BBM naik untuk menyelamatkan APBN. diseberang sana bilang ” itu hanya akal-akalan pemerintah dan partai penguasa untuk meng korup lebih banyak anggaran pemerintah”

Saya tidak percaya pada keduanya, ketika hal itu tidak dapat merubah nasib orang miskin.

BLT / BLSM juga hanya mendidik rakyat miskin jadi pengemis. Setiap desa anggarannya ditambah 250 juta untuk dana pembanguna. 100% oknum koruptor ada disana menanti dana tersebut.

Saya yakin dana partai itu berasal dari sana. Partai seperti sebuah toko kelontong. Mereka menjual janji dan dapat untung dari penghasilan negara lewat program-program pemerintah yang dilaksanakan oleh partai-partai penguasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s